TERBARU !

Minggu, 13 September 2020

Surat Cinta Untuk Ibunda-3

🌹 Ibunda sayang,

Ananda ingin sekali meneladani para ulama Salaf di masa lalu yang benar-benar menjadi contoh hidup di dalam berbakti kepada ibundanya.

•• Ananda ingin mencontoh Manshur bin Al Mu’tamir yang menyisir rambut ibunya untuk membersihkan kutu kemudian merapikannya kembali.

••• Ananda ingin meniru Al Imam Abu Hanifah yang selalu membawa serta ibunya untuk menghadiri majelis-majelis ilmu. Beliau melakukan itu karena khawatir jika ibunya ditinggalkan, beliau tidak dapat memenuhi hajat ibunya bila menginginkan sesuatu.

••• Ananda ingin menyamai Muhammad bin Al Munkadir yang lebih memilih untuk memangku kedua telapak kaki ibunya semalam suntuk dibandingkan menegakkan qiyamul lail.

•• Ananda ingin meneladani Kahmas bin Al Hasan yang berusaha membunuh seekor kalajengking. Namun kalajengking itu bergerak cepat sehingga bisa bersembunyi di dalam sebuah lubang. Kahmas pun memasukkan tangannya ke dalam lubang tersebut yang mengakibatkan tangannya disengat oleh kalajengking. Pada saat Kahmas ditanya, “Kenapa Anda nekat melakukan hal itu❓”

“Aku khawatir jika kalajengking ini keluar dari liangnya ia akan menyengat ibuku.” jawab Kahmas.

سبحا ن الله❗

•• Ananda juga ingin meniru Zainal Abidin Ali bin Al Husain yang tidak pernah mau makan semeja dengan ibunya. Ketika hal ini ditanyakan kepada beliau, “Mengapa Anda tidak mau makan semeja dengan ibunda Anda sendiri❓Padahal Anda dikenal sebagai anak yang paling berbakti kepada orang tuanya❓”

“Aku takut mengambil sesuatu sementara pandangan ibuku telah mendahuluinya. Dengan demikian aku telah durhaka kepadanya.” seperti itu beliau menjawab.

ما شاء الله ❗

•• Ananda sangat ingin mencontoh Muhammad bin Sirin yang terlihat seperti orang sedang sakit jika berbicara dengan ibunya. Anggapan ini muncul karena Muhammad bin Sirin berbicara dengan lembut dan penuh sopan kepada ibunya, mirip orang yang sedang jatuh sakit.

🌹 Ibunda sayang,

Rasa-rasanya Ananda ingin mencium kening ibunda di tiap pagi dan petang lalu bertanya, “Perintah apa yang harus Ananda lakukan hari ini untuk Ibunda❓”

Ananda ingin membahagiakan hati Ibunda semampu Ananda bisa lakukan. Berbicara dengan kelembutan dan kasih sayang.

☝🏻 Semua Ananda lakukan dengan harapan agar Allah memudahkan Ananda masuk ke dalam surga-Nya.

📙 Seorang ulama bernama Ilyas bin Mu’awiyah terlihat menangis tersedu-sedu ketika ibunya wafat. Ada seseorang bertanya, “Kenapa Anda menangis❓”

Ilyas pun menjawab, “Sebelum ini, ada dua pintu surga yang selalu terbuka untukku. Namun kini salah satunya telah tertutup.”

Alhamdulillah, ya Allah.
Engkau masih berkenan melimpahkan rahmat dan hidayah-Mu untuk hamba-Mu yang penuh dosa ini. Engkau telah menyadarkan hamba-Mu dengan mengenalkan ayat-ayat Al Quran dan hadits-hadits Rasulullah tentang perintah berbakti kepada orang tuanya. Engkau telah memberikan kesempatan kepada hamba-Mu untuk berusaha memasuki surga yang Engkau janjikan dengan keberadaan orang tuaku.

💦 Tidak mampu hamba membayangkan tentang orang-orang itu❗Betapa merugi dan menyesalnya mereka kelak.

🗯️ Orang-orang itu adalah mereka yang terbiasa membentak, memaki bahkan menganiaya orang tuanya sendiri. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang tega membunuh orang tuanya hanya karena berselisih pendapat. Atau ada juga di antara mereka yang berharap besar agar orang tuanya segera meninggal dunia saja agar harta warisannya segera berpindah tangan ke mereka; .نعوذ بالله من ذلك

Tidak mampu hamba membayangkan tentang orang-orang itu❗**Betapa merugi dan menyesalnya mereka kelak.**

🗯️ Orang-orang itu yang telah membicarakan rencana ke depan, “Di Panti Jompo manakah orang tua kita akan dititipkan❓”

🗯️ Mereka yang menganggap orang tua sebagai beban yang menyulitkan saja. Mereka yang tidak senang jika melihat orang tuanya datang berkunjung ke rumahnya.


⬇️ (3)

Share this:

Posting Komentar

Arsip Informasi

 
Copyright © 2014 " AL-ISTIQOMAH ALA SUNNAH ". Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates
" Ahlan Wasahlan Di Website Dakwah Yayasan Al-Istiqomah Ala-Sunnah "