TERBARU !

Sabtu, 12 September 2020

Surat Cinta Untuk Ibunda-2

🌷 Ibunda tercinta,

Maafkanlah Ananda yang terlambat untuk merasakan keindahan dan keluhuran ajaran-ajaran Islam. Selama ini Ananda menganggap Ibunda hanyalah seperti orang lain yang biasa-biasa saja di mata Ananda. Telah berapa banyak petuah-petuah Ibunda yang Ananda abaikan begitu saja. Bahkan, tidak jarang Ananda ditegur Allah karena tidak mengindahkan petuah-petuah Ibunda. Sekali lagi, maafkanlah Ananda.

Duhai alangkah indahnya Allah berfirman di dalam kedua ayat di atas❗ Demi Allah, tidak ada ajaran hidup yang lebih sempurna dibandingkan Islam. Sungguh tidak ada ajaran hidup yang lebih lengkap dan lebih sempurna bila dibandingkan Islam. Islam benar-benar sempurna di dalam mengatur tata kehidupan manusia. Semua ajaran Islam akan berujung pada ketenteraman jiwa dan ketenangan hati bagi siapa saja yang merealisasikannya secara jujur di dalam hidupnya.

🌹 Ibunda sayang,

Seringkali perintah berbakti kepada orang tua diletakkan di urutan kedua setelah perintah untuk taat kepada Allah, Rabbul ‘Alamin. Bukankah kenyataan ini menjadi bukti bahwa Islam sangat menghormati dan memuliakan hak-hak orangtua❓ 
Ayat-ayat di atas pun disebutkan Allah setelah ayat sebelumnya yang berisi perintah kepada seluruh hamba untuk beribadah secara murni kepada- Nya dan tidak mempersekutukan- Nya dalam kubangan syirik.

💦 Subhanallah❗Oleh sebab itu, maafkanlah Ananda yang terlambat menyadari hal ini.

●> Suatu waktu, seorang shahabat datang menemui Nabi Muhammad  ﷺ untuk bertanya: “Wahai Rasulullah, siapakah gerangan orang yang paling berhak untuk mendapatkan perlakuan baik dariku ❓’’

“Ibumu.” Dengan tegas nabi Muhammad menerangkan.

Shahabat itu bertanya untuk yang kedua kalinya, “Lalu setelah itu, siapakah gerangan❓”

“Ibumu.” Nabi Muhammad ﷺ  mengulang jawaban yang sama.

Kali yang ketiga shahabat itu bertanya, “Lalu setelah itu siapa lagi❓”

“Ibumu.” Tetap dengan jawaban yang sama Rasulullah ﷺ menjawab pertanyaan ketiga.

Terakhir kali shahabat itu bertanya, “Kemudian siapakah berikutnya❓”

“Ayahmu.” Demikian Nabi Muhammad  ﷺ menjawab. 
[H.R. Al-Bukhari dan Muslim dari shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه].

ما شاء الله ❗

Indah sekali Islam yang memerintahkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya, terkhusus ibu.

🌷 Ibunda tercinta,

●> Seorang shahabat yang bernama Jahimah suatu saat datang menemui Nabi ﷺ. Dia  mengungkapkan keinginannya untuk berjihad, membela Nabi ﷺ di medan tempur.  Maka Rasulullah ﷺ pun bertanya apakah ibunya masih hidup?

Jahimah pun menjawab, “Ya.”

Rasulullah ﷺ pun menyarankan kepadanya :

لْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ عِنْدَ رِجْلِهَا

“Tetaplah engkau bersamanya. Karena sungguh, surga ada di bawah kakinya.”
[H.R. Ibnu Majah dan An-Nasai, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani رحمه الله di dalam Shahihut Targhib].

سبحا ن الله❗

Shahabat ini meminta izin untuk berperang bersama Rasulullah ﷺ. Tentunya pahala amalan ini begitu besar. Namun, Rasulullah ﷺ  justru menyarankannya untuk tetap tinggal. Tidak lain dan tidak bukan, agar dia berbakti kepada ibunya.

☝🏻 Cukuplah ini sebagai motivasi Ananda untuk berbakti kepada ibunda. Apalagi, Allah di dalam kedua ayat surat Luqman di atas menyebutkan kelebihan-kelebihan seorang ibu dibandingkan ayah. Hal ini tentu tidak dapat diingkari meskipun oleh sang ayah sendiri, sebab sang ayah pun terlahir dari seorang ibu.

⬇️ (2)

Share this:

Posting Komentar

Arsip Informasi

 
Copyright © 2014 " AL-ISTIQOMAH ALA SUNNAH ". Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates
" Ahlan Wasahlan Di Website Dakwah Yayasan Al-Istiqomah Ala-Sunnah "