TERBARU !

Jumat, 11 September 2020

Surat Cinta Untuk Ibunda-1

📝🌷📝🌷📝🌷📝🌷📝🌷📝
✈️ 💬🌹 SEPATAH KATA UNTUK BUNDA TERCINTA

🌷 Ibunda tercinta,

Hati Ananda terasa terombang-ambing oleh rasa bersalah yang tak bertepian. Gelombang dan arus perasaan berdosa membuat Ananda terpuruk dalam pusaran sesal disertai kisaran-kisaran angin kesedihan. Jiwa Ananda bagai remuk redam. Bagaimana tidak demikian perasaan Ananda❓ 
Sementara di hadapan Ananda termaktub sebuah rangkaian sabda Nabi Muhammad ﷺ yang membuat Ananda bergetar kencang.

●> Rasulullah ﷺ bersabda di dalam sebuah hadits:

رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُ، ثُمَّ رَغِمَ  أَنْفُ. قِيْلَ: مَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: مَنْ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِأَحَدَ هُمَا أَوْكِلَيْهِمَافَلَمْ يَدْخُلْ الْجَنَّةَ

“Celakalah dia❗Celakalah dia❗ Celakalah dia❗”

Ada shahabat yang bertanya, 
“Siapakah yang Anda maksudkan, wahai Rasulullah❓”

Beliau menjelaskan, 
“Seseorang yang masih berkesempatan untuk menemui kedua orang tuanya ketika telah lanjut usia, atau salah seorang dari mereka, akan tetapi hal itu tidak menyebabkan dirinya masuk ke dalam surga.’’
[H.R. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah رضي الله عنه]

أستغفر الله العظيم❗

🤲🏻 Semoga Ananda tidak termasuk dalam golongan manusia yang disebutkan dengan kejelekan oleh Rasulullah ﷺ di dalam hadits di atas. 

Ananda bertekad untuk masuk surga dengan menjadi anak yang berbakti selagi kesempatan masih tersisa. 

Nabi Muhammad ﷺ secara khusus menerangkan bakti anak kepada orang tuanya pada saat telah lanjut usia karena semakin bertambah lanjut usia orang tua, maka pada umumnya semakin berkurang pula perhatian seorang anak untuk mereka.

🌹 Ibunda sayang,

Jika Ananda mencoba untuk membayangkan betapa susah dan sulitnya hari-hari Ibunda pada saat mengandung dalam masa sembilan bulan lebih, terasa sekali jika Ananda belum bisa membalas perjuangan Ibunda walaupun hanya setitik. Apalagi jika Ananda membayangkan pengorbanan Ibunda tatkala mempertaruhkan nyawa agar Ananda terlahir di dunia fana ini. Sungguh luar biasa pengorbanan Ibunda.

Ananda tidak mampu membayangkan kesabaran dan ketabahan Ibunda selama dua tahun untuk menggendong dan menyusui Ananda. Setiap saat, setiap waktu, Ananda selalu merepotkan Ibunda dengan tangisan dan rengekan. Malam-malam Ibunda selalu terusik oleh tangisan Ananda yang memecah kesunyian malam. Belum lagi sepanjang siang yang membuat Ibunda tak mampu tenang beristirahat karena kenakalan Ananda. Ibunda memang sungguh-sungguh hebat❗

✏️Maha Benar Allah dalam firman-Nya:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ #  وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَىٰ أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۖ وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا ۖ وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ۚ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
[Q.S. Luqman: 14-15]

⬇️ InsyaAllah bersambung (2)

Share this:

Posting Komentar

Arsip Informasi

 
Copyright © 2014 " AL-ISTIQOMAH ALA SUNNAH ". Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates
" Ahlan Wasahlan Di Website Dakwah Yayasan Al-Istiqomah Ala-Sunnah "