TERBARU !

AQIDAH

FATWA

MANHAJIYYAH

Jumat, 06 Desember 2019

Hati Hati Belajar/Duduk Bermajelis Dengan Ahlul Bid'ah


🔊  HATI HATI DUDUK BERMAJLAS MENGAMBIL ILMU DENGAN KELOMPOK YANG MENYELISIHI SUNNAH sebab hal tsb Termasuk sebab terkuburnya Sunnah Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam 💥

📚 Telah berkata Al Imam Al Marrudzy rahimahullah :

⏩ Aku pernah duduk bermajlas dengan Ibnu Sirin lalu aku tinggalkan Majlis beliau dan aku duduk bermajlas dengan Kelompok Al Ibadhiyah ( sekte kelompok Khowarij ) ..
⏩ lalu aku telah melihat dalam mimpi seakan akan aku melihat diriku bersama dengan suatu kaum yang sedang membawa Jenazah Nabi shollallahu alaihi wa sallam  ..
⏩ Maka aku telah mendatangi Ibnu Sirin maka aku menceritakan hal tsb kepada nya :

📜 Maka Beliau ( Ibnu Sirin ) telah berkata :
" Ada apa kamu duduk bermajlas dengan suatu kaum yang menginginkan untuk mengubur Sunnah yang telah dibawa oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam ..

( siyar 'alamun Nubala juz 4/ 617)

Teks arab

*📚من أسباب دفن سنة النبيﷺ📚*

✍🏻قـال الإمام المروزي رحمه اللّه:

*«كنتُ أُجالس ابن سيرين ؛ فتركتُهُ وجالستُ الإباضيَّة ؛ فرأيتُ - يعني في المنام - كأنِّي مع قومٍ يَحملون جنازة النبي ﷺ ؛فأتيتُ ابن سيرين فذكرته له؛*

🔻 *فقال : مالَكَ جالستَ أقواماً يُريدون أن يَدفنوا ما جاء به النبي ﷺ»*

📓سير أعلام النبلاء(617/4)

*🔺الإباضية: فرقة من فِرَقِ الخوارجِ *)

Alih Bahasa
Ust Abu Khuzaimah Abdussalam ibnu Marwy hafidhohullah

🇮🇩 *Channel Telegram* ||
1⃣ http://telegram.me/istiqomahsalafi
2⃣ https://t.me/Bantahhizbiyah
3⃣ https://t.me/ltqisbatam

Minggu, 18 Agustus 2019

Kajian Lengkap Embrio Haddadiyyah Pertemuan 1-4 (FULL)


Bismillahirahmanirrahim,


[ MUHADHARAH UMUM ]

📚 Tema : 
" EMBRIO HADDADIYYAH DALAM DAKWAH SALAFIYYAH "
( Pembahasan Dan Jawaban Lengkap Terhadap Fitnah Shoafiqah )
(Pertemuan ke: 1-4)
🎙 Pemateri:
AL USTADZ ABU MUAWIYAH ASKARY حفظه الله
Tempat :
🗓 Ponpes Ibnul Qoyyim Balikpapan

Pertemuan 1 



Pertemuan 2 


Pertemuan 3 


Pertemuan 4 

Rabu, 19 Juni 2019

*Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

🌴 *Nasehat Persaudaraan sesama saudara Muslim* ⚜

_Semoga bisa diambil faedahnya_

Hal yang perlu untuk diluruskan pernyataan dari saudara kami muslim yang mengatakan :
*" Mas yang penting semua tempat belajar Agama itu sama saja dan saya tidak fanatik pada siapapun dan maaf kalo saya  punya sisi pandang pemahaman yang berbeda dengan mas "*

Maka Jawaban kami pada   saudara kami

Saudaraku yg penting belajar Islam itu sesuai dg sunnah (petunjuk Nabi ) dan ini hukumnya wajib dan kita berdosa kalo tidak ikut bimbingan beliau dan adapun alasan nya adalah :
1⃣ Allah dan Rosulnya menerangkan bahkan Jalan kebenaran islam itu adalah satu jalan dan tidak bercabang lihat surat Al an'am ayat 53

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (bidah dan aliran aliran), karena jalan-jalan itu akan  mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diwasiatkan agar kalian bertaqwa

2⃣ setelah Rosulullah shollallah alaihi wa sallam wafat maka umat islam terjadi perpecahan dan perselisihihan  kalo seperti itu keadaannya maka Islam yang mana yang akan dijadikan sebagai pegangan ?
Jawabannya adalah sebagaimana yang ditunjukkan beliau adalah berpegang dengan Islam yang shoheh yang ikut sunnah Nabi dan para shahabatnya dan wajib juga untuk meninggalkan  sebab perselisihan yaitu Bidah dan Aliran aliran baru dalam islam yang tidak diajarkan oleh beliau  sebagaimana diterangkan oleh beliau

عَن أَبي نَجِيحٍ العربَاضِ بنِ سَاريَةَ رضي الله عنه قَالَ: وَعَظَنا رَسُولُ اللهِ مَوعِظَةً وَجِلَت مِنهَا القُلُوبُ وَذَرَفَت مِنهَا العُيون. فَقُلْنَا: يَارَسُولَ اللهِ كَأَنَّهَا مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوصِنَا، قَالَ: (أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عز وجل وَالسَّمعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلافَاً كَثِيرَاً؛ فَعَلَيكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ المّهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فإنَّ كلّ مُحدثةٍ بدعة، وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ) – رواه أبو داود والترمذي وقال: حديث حسن صحيح

Dari Abu Najih, Al ‘Irbad bin Sariyah ra. ia berkata : “Rasulullah telah memberi nasehat kepada kami dengan satu nasehat yang menggetarkan hati dan membuat airmata bercucuran”. kami bertanya ,”Wahai Rasulullah, nasihat itu seakan-akan nasihat dari orang yang akan berpisah selamanya (meninggal), maka berilah kami wasiat” Rasulullah bersabda, “Saya memberi wasiat kepadamu agar tetap bertaqwa kepada Alloh yang Maha Tinggi lagi Maha Mulia, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintahmu seorang hamba sahaya (budak). Sesungguhnya barangsiapa diantara kalian masih hidup niscaya bakal menyaksikan banyak perselisihan. karena itu berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk) dan gigitlah dengan gigi geraham kalian. Dan jauhilah olehmu hal-hal baru dalam Agama karena sesungguhnya hal itu adalah bidah dan  semua bid’ah itu sesat.” (HR. Abu Dawud

3⃣ Kwajiban kita hanyalah ikut pada petunjuk wahyu Allah dan RosulNya dan bukan petunjuk hawa nafsu sebagaimana dalam surat Al Arof ayat 3

 اتَّبِعُوا مَا أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُوا مِن دُونِهِ أَوْلِيَاءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ (3)

Ikutilah oleh kalian apa yang telah diturunkan kepada kalian dari Tuhanmu dan janganlah kalia  mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran daripadanya.

Dan firman Allah yang melarang mengikuti kemauan hawa nafsu dalam beragama islam

 ً  {فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدىً مِنَ اللَّهِ} (القصص:50)،

Maka jika mereka tidak menjawab ajakanmu (wahai Rosul) ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu mereka (belaka). Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

4⃣ memang benar kita tidak boleh fanatik pada golongan dlm islam yang pijakannya bukan dengan wahyu Allah tapi pedomannya dg  dengan hawa nafsu , akal , perasaan, dan ikut ikutan dengan kebiasaan tradisi  yang tidak ada ilmu dari Allah dan rasulNya karena Allah berfirman
Dalam surat al isro ayat 36
 وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Dan juga Allah memperingatkan orang yang dasar pijakan agamanya dengan dasar semata mata ikut tradisi nenek moyangnya sebagaimana dalam firmannya

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَىٰ مَا أَنزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ قَالُوا حَسْبُنَا مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ (104

(Apabila dikatakan kepada mereka, "Marilah mengikuti apa yang telah diturunkan Allah dan mengikuti rasul!")  (Mereka menjawab, "Cukuplah untuk kami) kami cukup puas dengan (apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya.") yaitu berupa agama dan syariat. Allah selanjutnya berfirman: (Apakah) mereka cukup puas dengan hal itu (sekalipun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak pula mendapat petunjuk) ke jalan yang benar?
 Al-Ma'idah 5:104

5⃣ Saudaraku kamu tidak perlu minta maaf pada kami sebab ini urusan nya bukan antara kita yg barangkali ada kesalahan tapi urusannya hanyalah kita dengan sang pencipta kita yang telah menciptakan kita untuk beribadah kepada Nya dengan mengikuti bimbingan syariat Nya sebagaimana firmannya

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Jadi kalo kita merasa salah kepada Allah sebab kita tidak ikut jalan Nya atau kita menyimpang maka mintalah maaf kepada Allah dengan istighfar dan bertaubat serta kembali kepada Islam yang benar yang telah dibawa oleh Nabi shollallahu alaihi wa sallam

Ditulis oleh Hamba Allah
Ibnu Marwy

📡📻Tafadhol kunjungi LINK kami bila ingin dapat postingan ilmiyah lainnya :

🌏 *Web Situs Salafy Batam*
http://istiqamahbatam.org

🇮🇩 *Channel Telegram* ||
1⃣ http://telegram.me/istiqomahsalafi
2⃣ https://t.me/Bantahhizbiyah
3⃣ https://t.me/ltqisbatam

*Silahkan di Share ilmu Islam yang bermanfaat untuk Umat.*.

​♲ *مُــُنُ احُـُبُ آلُآ يَنْقَطًع عملُہ بْعد​  ​مۆتٌہ فَلُيَنْشُر آلعلُم [آبْنْ آلُجۆڒي] ​✾​

Barang siapa yang ingin agar tidak terputus amalannya setelah kematiannya maka sebarkanlah Ilmu Agama ini
( kata Ibnul Jauziyah)

💎💎💎💎💎💎💎💎
*•┈┈••⊰✿✿⊱••┈┈•*

Jumat, 14 Juni 2019

Jadwal Kegiatan Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI)-2



Kamis, 13 Juni 2019

INFO Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) - 2


بسم الله،
اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎

Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) ke-2, Kota Dabo Singkep Insya Allah akan diselenggarakan mulai dari :

Hari : Jum'at s/d Ahad
Tanggal : 17 s/d 19 Syawal 1440 H atau bertepatan dengan (21 s/d 23-06-2019 M)
Pembicara : Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
Tempat : MASJID AL-HIKMAH KANTOR POLISI SEKTOR (POLSEK) KOTA DABO SINGKEP Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau

#############

Informasi Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI).
Dauroh/Kajian *KHUSUS* di Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep Lingga Insya Allah akan diselenggarakan pada :

Hari : Sabtu Malam Ahad
Tanggal : 18 Syawal 1440H (22/06/2019M)
Tempat: Masjid Istiqomah Sekop Darat Dabo Singkep
Jam/Pukul : Ba'da Magrib s/d Isya
PEMBICARA : Ust. Abdul Bashit (Mahasiswa Fakultas Dakwah Universitas Islam Madinah ).
TEMA : *Tauhid Jalan Utama Untuk Keselamatan Dunia dan Akhirat*
(Kajian Tematik Kitab Utsulu Tsalasah)

Dauroh Islam Lingga Madani (DARIMI) didukung oleh Yayasan Istiqomah Ala Sunnah (YIAS).

Landasan Ta'awun :

(1). Dalam hadis yang panjang Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam MENGHIMBAU kepada para sahabatnya untuk berinfaq dengan harta benda mereka ke Perang Tabuk (HR. Ahmad: 16099)
Catatan: Bahwa Ta'awun kegiatan ini bersifat *HIMBAUAN*, tidak ada paksaan apapun.

(2). Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Abu Hurairah radhiyallahu‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ ابن آدم الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثلاث ثَلَاثَةٍ : إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: 
1. *SEDEKAH JARIYAH*, 
2. ilmu yang bermanfaat, dan 
3  anak shaleh yang mendoakannya.” 
(HR. Muslim 4310)

Kami menghimbau bagi yang ingin menginfaqkan rezekinya guna kelancaran Dauroh dan kegiatan kajian/Dauroh Lingga Madani (DARIMI), silahkan untuk menyalurkan ta'awun anda ke :

(1). Rekening : 
A/n Yayasan Al-Istiqamah Ala Sunnah
No Rek Bank Mandiri  
 *109–00–1616-7736*

Catatan: bagi yang berniat Ta'awun lewat transfer agar membuat kode transfer 3 digit dibelakang angka Tranfer (.001), contoh; Tranfer Rp.100.001 atau Rp.50.001. Dan silahkan konfirmasi transfer ke nomor WA berikut : (Abu Syuhada: 08566512581).

(2). Atau bagi antum yang berada di Kota Dabo Singkep dan ingin menyampaikan Ta'awun Antum
secara *LANGSUNG*, silahkan menghubungi ABU FAKHRI/Bang Syukri ( 0852-6420-8747/WA +62 822-8524-5706 )

*Mari Berlomba-Lomba dalam menabur benih kebaikan dengan berinfaq dan bershodaqoh untuk kebaikan di akhirat*

Semoga amal shodaqoh dan infaq yang telah antum salurkan  menjadi  Amal Jariyah yang pahalanya akan terus mengalir  sebagaimana dijanjikan nabi dalam Hadits diatas.

Amiin ya rabbal Alamin.
و سَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎

Selasa, 28 Mei 2019

Seruan Taawun Pembebasan Lahan Ponpes Istiqomah Batam

🏢 PENGGALANGAN DANA PEMBEBASAN LAHAN 
PONDOK PESANTREN AL ISTIQOMAH  BATAM

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله 

Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta melahirkan generasi terdidik, berkualitas adalah perjuangan dalam dunia pendidikan dinegeri ini. 
Tugas mulia tersebut hanya dapat diwujudkan, bila didukung oleh kemampuan bangsa dan masyarakat dalam  menyediakan berbagai macam  sarana dan prasarana yang dibutuhkan.
Sehingga dengan tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, baik jumlah, mutu, akan semakin terbuka kesempatan bagi putra putri kita mendapat pendidikan pendidikan dan pengajaran yang berkualitas guna mewujudkan generasi bangsa yang handal, kompetitif, dan siap menyongsong masa depan yang baik.

Oleh karena itu Lembaga Tahfidzul Quran Al Istiqomah (LTAQIS) ini didirikan oleh YAYASAN “AL ISTIQOMAH ’ALAS-SUNNAH” dengan  Akta Notaris: Andri Yuko SH.M.KH No: AHU 0042787.AH.01.12.Tahun 2016 .
Dan Lembaga Tahfidzul Quran Al Istiqomah  ( LTAQIS ) dalam menjalankan aktifitasnya juga  telah mendapatkan izin secara resmi dari Kan depag Batam  dengan No Registrasi Kemenag No B2664KK.32.05/03/PP.00.8/IV/2018 dan Nomor Statistik Kemenag : 411221710003.

Dan  saat ini LTAQIS telah menjalankan aktifitas kegiatan pendidikannya dengan menggunakan fasilitas Gedung /Ruko yang statusnya masih dalam bentuk pinjaman yang beralamat di Perum Bukit Raya Blok C2 no 1 Batam centre.

Oleh karena itu melalui Media ini LTAQIS mengajak kaum muslimin untuk saling berTa’awun ,saling bantu membantu dan berpartisipasi dalam pengembangan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan Pendidikan Islam berupa Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Mesjid dan Sarana  Pendidikan Pondok Pesantren LTAQIS yang beralokasikan di Wilayah Tiban 

Adapun anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembebasan Lahan  Ltaqis  sebesar kurang lebih Rp : 1.078.000.000- ( Satu Milyar Tujuh Puluh Delapan Juta Rupiah).

Dan saat ini pihak Yayasan telah mengambil langkah dengan melobi pihak penjual tanah dan pihak Yayasan telah berencana untuk membeli tanah tersebut seluas 10.000 m2 dengan harga Rp 500.000.000 . serta  ditambah dengan biaya kepengurusan surat surat pengesahan Hak kepemilikan Tanah  LTAQIS dengan perkiraaan anggaran biaya sebagaimana terlampir dibawah ini.

Adapun rincian pembelian Lahan Tanah Pondok LTAQIS :

1⃣ Biaya Lain-lain (Biaya Notaris) 10% Persen Rp 50.000.000 
2⃣ Pembebasan Lahan 10.000 Meter Persegi Rp 500.000.000 
3⃣ Cut In Fill Rp 3.000 Meter Persegi Rp 79.200.000 
4⃣ WTO Rp 17.000 Meter Persegi Rp 448.800.000

Dan Alhamdulillah telah terjadi Aqod traksaksi jual beli antara pihak Yayasan Al Istiqomah dengan Pemilik Tanah  dengan pembayaran uang muka ( panjar) senilai Rp 60.000.000 dan sisanya kami berikan kesempatan  kepada para Muhsinin untuk dapat saling berTa’awun saling membantu dalam amal Jariyah  dalam bentuk penyaluran sebagian hartanya dengan berinfaq dan Shodaqoh  dalam menyelesaikan kekurangan Dana pembebasan lahan Pondok Tahfidz Al- Istiqomah yang saat ini masih dalam keadaan Mines Dana pengeluaran Yayasan.

KEUTAMAAN BAGI MEREKA YANG BERINFAQ 

 1⃣ Allah akan mengganti harta yang telah diinfaqkannya.
Firman Allah.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik” [Saba’/34 : 39]

Dan Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَا مِنْ يَوْمِ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا : اَللَّهُمِّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفَا، وَيَقُوْلُ الآْخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفَا

“Tidaklah para hamba berada di pagi hari, melainkan pada pagi itu terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak’, sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kebinasaan (harta) kepada orang yang menahan (hartanya)….” Hadits  Riwayat Bukhori muslim

Dalil Lain Hadits Riwayat Muslim.Allah berfirman :

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : يَاابْنَ آدَمَ! أَنْفِقْ عَلَيْكَ

“Allah Yang Mahasuci lagai Mahatinggi berfirman, ‘Wahai anak Adam!’ berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberikan rizki) kepadamu” Riwayat Muslim

Hadits lain Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

أَنْفِقُ يَا بِلاَلُ! وَلاَ تَخْشَ مِنْ ذِي الْعَرْشِ إِقْلاَلاَ

“Berinfaklah wahai Bilal ! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy” Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi shoheh Al Bani

Dari Asma’ binti Abi Bakr, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padaku,

لاَ تُوكِي فَيُوكى عَلَيْكِ

“Janganlah engkau menyimpan harta (tanpa mensedekahkannya). Jika tidak, maka Allah akan menahan rizki untukmu.”(Hr Bukhori Muslim)

Diriwayat lain disebutkan

أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

“Infaqkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan barokah rizki tersebut.
Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu.”

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta.(Hr Muslim)

2⃣ Allah pun akan memberikan balasan kebaikan  dan pahala yang banyak  di akhirat.

 Allah Ta’ala berfirman,

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 261)”.

3⃣ Pahalanya akan terus mengalir setelah wafat 

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
Apabila anak Adam meninggal, maka terputus darinya semua amalan kecuali tiga perkara: shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim ).

💰Bagi para muhsinin yang ingin menginfaqkan dan menshodaqahkan hartanya baik terkait dengan Penyaluran Pendanaan biaya pembebasan Lahan Pendidikan atau pembangunan Fasilitas Pondok pesantren LTAQIS  maka dapat menyalurkannya lewat rekening berikut :

A/n Yayasan Al-Istiqamah Ala Sunnah
No Rek Bank Mandiri   109 – 00 – 1616773 - 6

Semoga amal shodaqoh dan infaq yang telah disalurkan oleh para Muhsinin dan Dermawan diterima oleh Allah dan semoga  Alloh ta’ala  senantiasa memberikan  gantinya dan pahala yang banyak  bagi mereka  
Amiin ya rabbal Alamin 
                                                            
Ketua Panitia Pembebasan Lahan dan Pembangunan Pondok LTAQIS                                   

Abu Sulthan

☎ Contak Person  LTQIS

📞 Hp 082199921422
( Ust Abdussalam Batam)

📞 Hp 087808468875
( Abu Galih )

TOTAL DANA YANG  DIBUTUHKAN

Rp 1.078.000.000,-

Salurkan Infaq Terbaik Anda ke:

A/n Yayasan Al-Istiqamah Ala Sunnah
No Rek Bank Mandiri  

109 – 00 – 1616773 - 6

Mari Berlomba-Lomba Dalam Kebaikan

Minggu, 05 Mei 2019

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 4⃣)

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 4⃣)
—---------------------—

✳️ HADITS PERTAMA (Lanjutan Pertemuan Sebelumnya...)
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)

.....

🔘 LANJUTAN FAEDAH HADITS:

5⃣ Kata “Laki-laki” dalam hadits, tidak menunjukkan pengkhususan kaum pria saja. Karena syari’at ini pada asalnya berlaku untuk kaum laki-laki dan perempuan, kecuali jika didapatkan dalil yang mengkhususkan. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)

6⃣ Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, hadits ini mengisyaratkan lemahnya riwayat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu yang berbunyi;
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
“Jika bulan Sya’ban tersisa separuhnya, maka janganlah kalian berpuasa!” (Hadits riwayat Ahmad no.9707, At-Tirmidzi no.738, Abu Dawud no.2337, Ibnu Majah no.1651, An-Nasa`i dalam As-Sunan Al-Kubro no.2923, dan selainnya.)

‼️ Hadits di atas diingkari oleh Imam Ahmad Rohimahullah. (akan tetapi) Sebagian ulama yang lain menshohihkan atau menghasankannya. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/171)

🌷Imam Ahmad mengatakan, “Ini adalah hadits mungkar. Abdurrahman bin Mahdi tidak pernah menyampaikan kepada kami hadits ini; karena berseberangan dengan hadits ‘Aisyah dan Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anhuma. (Masail Imam Ahmad Riwayat Abi Dawud no.2002 hal.434, Al-Muharrir no.646 hal.378 karyaIbnu ‘Abdil Hadi Rohimahullah)

🔻Hadits ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha, beliau menyatakan; 

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ، كَان يَصُومُ شَعْبَانَ إِلَّا قَلِيلًا

“Bahwasanya Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam berpuasa pada seluruh bulan Sya’ban; beliau juga berpuasa Sya’ban (1 bulan) kurang sedikit.” (HR. Al-Bukhori no.1970 dan Muslim no.1156-(176), dari ‘Aisyah Rodhiyallahu ‘anha)

🔻Sedangkan Hadits Ummu Salamah Rodhiyallahu ‘anha, beliau menyatakan, 

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَامَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ، إِلَّا أَنَّهُ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shollallahu ‘alaihi waSallam berpuasa dua bulan berturut-turut kecuali tatkala beliau menyambung (puasa) Sya’ban dengan Romadhon.” (HR. Ahmad no.265652, At-Tirmidzi no.736, An-Nasa`i no.2175, Dishohihkan Asy-Syaikh Al-Albani Rohimahullah dalam Mukhtashor Asy-Syamail no.255, Shohih At-Targhib wat Tarhib no. 1025, Shohih Ibni Majah no.1648)

Wallahu A’lamu bisshowab


✅(Bersambung Insya Allah,...)

🌍 Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.

📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com/

Sabtu, 27 April 2019

PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 3⃣)

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 3⃣)
—---------------------—
✳️ HADITS PERTAMA (Lanjutan Pertemuan Sebelumnya...)
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)
.....
🔘 Faedah-Faedah Hadits:
—---------------------—
1⃣ Di dalam hadits ini terkandung larangan berpuasa sehari atau dua hari di akhir bulan Sya’ban, menjelang bulan Romadhon.
🔻Sifat larangan tersebut diperselisihkan para Ulama. Sebagian mereka menyatakan haram, sebagian yang lain menyatakan makruh (di bawah tingkatan haram).
🌷Pendapat yang dikuatkan Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rohimahullah adalah yang menyatakan makruh. (Catatan: beliau pernah berpendapat haram).
🔻Namun apabila bertepatan dengan hari Syak (*) hukumnya haram. (Berdasarkan hadits ‘Ammar bin Yasir Rodhiyallahu ‘anhu; setelah hadits ini insya Allah).
(*) Hari Syak terjadi pada tanggal 30 Sya'ban; yaitu hari yang diragukan, tidak bisa dipastikan apakah Romadhon telah masuk atau belum. Penyebabnya, hilal tidak terlihat pada sore 29 Sya’ban karena tertutup mendung, debu (asap), gunung, atau sesuatu; berdasarkan pendapat terpilih.
🔻Jika langit cerah pada sore tanggal 29 tapi hilal tidak terlihat; maka puasa tanggal 30 Sya'ban hukumnya makruh. Wallahu A’lam (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/171 & 174)
2⃣ Larangan di dalam hadits berlaku untuk seluruh umat Islam. Walaupun konteks larangan ditujukan kepada Shahabat. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/169)
3⃣ Adanya Rukhshoh (atau keringanan) bagi orang yang rutin (terbiasa) melakukan puasa tertentu, untuk berpuasa pada dua hari terakhir bulan Sya’ban. (Taudhihul-Ahkam 3/132)
4⃣ Lafadz perintah menunjukkan pembolehan, jika konteksnya berlawanan dengan larangan. Misal perintah dalam hadits “lakukanlah puasa tersebut!”, karena perintah tersebut didahului dengan larangan, maka maknanya sekedar pembolehan untuk berpuasa. Wallahu A’lam. (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)
Wallahu A’lamu bisshowab
✅(Bersambung Insya Allah,...)
🌍 Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.
📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 2⃣)

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 2⃣)
—---------------------—

✳️ HADITS PERTAMA
📡 (Larangan Mendahului Romadhon dengan Puasa Sehari atau Dua Hari Sebelumnya)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ - مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Shahabat Abu Huroiroh Rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

‼️ “Jangan kalian dahului Romadhon dengan puasa sehari atau dua hari (sebelumnya), kecuali (bagi) seorang lelaki yang rutin melakukan amalan puasa tertentu; lakukanlah puasa tersebut” (Muttafaqun ‘alaih)

〰〰〰〰

✳️ TAKHRIJ HADITS:
🔗 Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhori no.1914 , Muslim no.1082-(21), Ahmad no.7200, 8575, 9287, 10184, 10662, 10755, Abu Dawud no.2335, At-Tirmidzi no.685, An-Nasa`i no.2173, 2190, Ibnu Majah no.1650 , dan selain mereka.

✳️ MAKNA HADITS
🔗 Di dalam hadits ini Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam melarang kita (umat Islam) untuk berpuasa sehari atau dua hari menjelang bulan Romadhon, kecuali seseorang yang rutin (*) melakukan amalan puasa tertentu, maka boleh baginya untuk berpuasa pada dua hari tersebut. 

(*) Maksud “Rutin” adalah; “Terbiasa melakukan puasa tersebut.” 》[Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin; dalam Fathu Dzil-Jalal 3/169]

🔰Misalnya: 
🔻Seorang yang rutin berpuasa tiga hari setiap bulan yang bertepatan dengan tanggal 27, 28, 29 (menjelang Romadhon); maka yang seperti tidak mengapa.
🔻Atau Seseorang yang rutin berpuasa Senin-Kamis, dimana hari Kamis nya jatuh pada tanggal 29 Sya’ban; yang seperti ini juga boleh; tidak mengapa.
🔻Atau Puasa Qodho` (membayar hutang puasa Romadhon tahun lalu) tepat sebelum masuk bulan Romadhon; yang seperti ini juga boleh, bahkan hukumnya wajib (Lihat Fathu Dzil-Jalal 3/170)


Wallahu A’lamu bisshowaab

☑️ (Bersambung Insya Allah,...)

📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.

#ahkamshiyam #puasaramadhan #kitabshiyam

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf 
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com/

PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1⃣)

✅📖 PEMBAHASAN KITAB SHIYAM DARI BULUGHUL MAROM (Bagian 1⃣)
—---------------------------------—
📗Mukaddimah
—---------------
🔘Pengertian Shiyam (Puasa)
—------—
🔻Di dalam istilah syari’at, Shiyam adalah beribadah kepada Allah Ta’ala dengan cara menahan diri dari pembatal-pembatalnya (*), sejak terbit fajar Shubuh hingga tenggelamnya matahari.
(*) Pembatal-pembatal shiyam akan dibahas pada tempatnya, insya Allah.
🔻Dalam bahasa Arab, Shiyam (disebut pula dengan Shaum); artinya “menahan”. 》[Lihat Fathu Dzil-Jalali wal-Ikrom 3/165; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah]
🔻Kata Shiyam dan Shaum, telah tercantum di dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia); pada kata (Siam dan Saum) tanpa huruf ‘h’ yang berarti puasa, walhamdulillah.
🔘Hukum Shiyam
—------—
🔻Adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah (yang telah akil baligh), untuk berpuasa di bulan Romadhon.
🌷Landasan hukumnya adalah perintah Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqoroh ayat 183,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa,...”
🔻Dan perintah Rasul-Nya,
إِذَا رَأَيْتُمُ الهِلالَ فَصُومُوا
“Jika kalian melihat hilal (bulan Romadhon), berpuasalah kalian!”
》[HR. Al-Bukhori no.1900 dan Muslim no.1080, Dari Shahabat Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma; dengan lafadz Muslim]
📌Bahkan Shiyam Romadhon termasuk rukun Islam yang lima. 》[Lihat HR. Al-Bukhori no.8 dan Muslim no.16, dari Shahabat Ibnu ‘Umar Rodhiyallahu ‘anhuma]
🔘Hukum Meninggalkan Puasa Romadhon
—-------------
🔻Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah menjelaskan, "Barangsiapa hidup di tengah-tengah kaum muslimin dan mengingkari kewajiban puasa Romadhon, maka dia telah kafir. Karena dia mengingkari perkara yang telah jelas hukumnya di dalam agama Islam."》[Lihat Al-Fath 3/165]
🔰Para ulama berbeda pendapat, tentang hukum orang yang meninggalkan puasa Romadhon karena tahawun (meremehkan pelaksanaannya). Pendapat yang kuat adalah tidak dikafirkan. 》[Lihat Al-Fath 3/165-166; Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Rohimahullah]
👍 Semoga kita dimudahkan Allah Ta'ala untuk melaksanakan kewajiban Shiyam Romadhon dengan penuh keimanan, mengharap balasan kebaikan dari sisi Allah ‘Azza waJalla. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin
✅(Bersambung Insya Allah,...)
🌍 Ikuti terus pelajaran Kitab Shiyam dari Bulughul Marom di channel ini.
📝 Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Hadi Pekalongan Hafizhahullahu Ta'ala.
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Arsip Informasi

 
Copyright © 2014 " AL-ISTIQOMAH ALA SUNNAH ". Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates
" Ahlan Wasahlan Di Website Dakwah Yayasan Al-Istiqomah Ala-Sunnah "